Teknik Budidaya Padi Hibrida

Teknik Budidaya Padi Hibrida

Teknik budidaya padi hibrida saat ini sudah mulai berkembang hal ini dikarenakan padi hibrida sudah menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan produktifitas gabah.

Hibrida memiliki arti turunan yang pertama dari persilangan 2 varietas berbeda.

Varietas hibrida memiliki kelebihan dalam menghasilkan produksi yang lebih tinggi ketimbang varientas inbrida dikarenakan pengaruh dari heterosis yaitu selalu memiliki kecenderungan turunan pertama lebih baik dari kedua tetuanya.

Teknik Budidaya Padi Hibrida

Teknik budidaya padi hibrida memiliki kelebihan dan kelemahan antara lain:

  1. Kelebihan:
  • Memiliki hasil yang lebih banyak ketimbang padi inbrida
  • Memiliki vigor yang lebih baik menjadi lebih kompetitif terhadap gulma
  • Dan Memiliki akar yang kuat, jumlah gabah yang dihasilkan lebih banyak
  1. Kekurangan
  • Mahalnya harga benih
  • Setiap kali menanam petani harus membeli benih baru
  • Produksi benih rumit
  • Tidak sembarang area tanam dapat digunakan

Tahapan-tahapan dari teknik budidaya padi hibrida:

  1. Benih, padi hibrida hanya dapat digunakan satu kali tanam saja sehingga setiap kali akan menanam memerlukan benih baru
  2. Persemaian, tebari pupuk kandang pada lahan yang telah disiapkan lalu taburkan benih yang memiliki calon akar dan tutup bedeng menggunakan humus serta beri perairan
  3. Persiapan lahan, perlu disiapkan selambat-lambatnya 15 hari sebelum penanaman. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak dan diberi pupuk
  4. Penanaman dan penyulaman penanaman, mulai dilakukan apabila bibit sudah berumur 15-18 hari, atau saat bibit sudah berdaun 5-6 helai. Dapat menggunakan cara tanam tegel atau jajar legowo. Penyulaman, ganti bibit yang mati dengan bibit yang baru agar hasil yang didapat maksimal.
  5. Pemeliharaan tanaman, pemupukan dan perairan dilakukan secara rutin
  6. Panen, panen dilakukan sesuai dengan waktu pemanenan dan dilakukan saat cuaca cerah.

Lalu sebagai tambahan setelah pemanenan diatas dilakukan perontokan dan selanjutnya gabah dikeringkan agar mendapat kualitas beras yang baik.

Apabila beras tersebut akan disimpan dalam jangka waktu lama sebaiknya keringkan beras sampai memiliki kadar air kurang lebih 11-12%.

Diharapkan dengan adanya teknik budidaya padi hibrida ini dapat membantu para petani atau menambah pengetahuan anda di dunia pertanian.

About the Author: matchdating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *